Mengetahui Penyebab, Perawatan, serta Cara Menghilangkan Jerawat dengan Bahan Alami

53

Menghilangkan Jerawat Dengan Cara Alami untuk Kulit yang cantik dan bersih menjadi impian banyak orang, secara khusus kulit pada bagian wajah. Hanya saja, ada masalah yang sering mengganggu penampilan dan merusak kulit wajah. Masalah tersebut tidak lain adalah jerawat yang tidak hanya dihadapi oleh wanita, tapi juga laki-laki.

Secara khusus, para remaja menjadi kalangan yang terganggu dengan masalah jerawat. Menurut data dari American Academy of Dermatology, hampir 85% remaja di Amerika Serikat pernah mengalami permasalahan ini. Kondisi tersebut pun sepertinya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

Beragam produk yang menjanjikan cara mengatasi jerawat memang bisa dijumpai di pasaran. Hanya saja, tidak semuanya menunjukkan hasil yang dijanjikan. Bahkan, tak jarang jerawat yang muncul malah bertambah. Selain itu, masalah lain muncul akibat adanya noda hitam bekas jerawat.

Alih-alih menggunakan produk dengan bahan kimia, menyembuhkan jerawat dengan bahan-bahan alami tentunya lebih aman. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang cara menghilangkan jerawat dengan bahan alami, alangkah baiknya terlebih dahulu Anda perlu mengetahui lebih detail informasi terkait permasalahan ini.

 

Jenis-Jenis Jerawat

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengatasi jerawat adalah mengenali jenis jerawat. Jerawat memiliki beberapa tipe, dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Ada 8 jenis jerawat yang sering menimpa anak muda, yaitu:

  1. Komedo (whitehead dan blackhead)

Komedo terjadi akibat adanya pori-pori pada kulit yang tersumbat. Ada 2 jenis komedo, yakni komedo terbuka (blackhead) dan komedo tertutup (whitehead). Komedo terbuka ditandai dengan adanya benjolan berwarna kuning kehitaman dan biasanya muncul di area hidung dan bokong. Sementara itu, komedo tertutup punya ciri adanya benjolan berwarna putih dan dapat muncul di segala permukaan kulit.

Penyebab kedua jenis jerawat ini hampir sama, yakni adanya akumulasi sel kulit mati, keratin, bakteri, atau produksi minyak berlebih yang menyumbat pori-pori. Hanya saja, pada komedo tertutup, terjadi oksidasi pada campuran penyumbat yang membuatnya berubah warna menjadi kehitaman. Pada komedo tertutup, oksidasi tidak terjadi dan campuran tetap berwarna putih.

  1. Papula

Jenis jerawat ini bisa dikenali dengan ciri utamanya yang berbentuk benjolan berwarna merah dan tidak bernanah. Jerawat ini menimbulkan peradangan. Oleh karena itu biasanya terasa gatal. Jerawat ini harus segera diobati agar tidak menimbulkan infeksi. Dalam kondisi yang lebih buruk, papula bisa berkembang menjadi jenis jerawat yang lebih parah dan bernanah.

  1. Pustula

Pustula menjadi jenis jerawat yang sering muncul pada permukaan wajah. Pustula ini merupakan jenis jerawat yang berupa tonjolan berwarna merah yang disertai dengan nanah. Pustula ini merupakan jenis jerawat yang muncul ketika papula tidak segera diobati.

  1. Nodul dan kista

Jenis jerawat berikutnya adalah nodul dan kista yang bisa dikenali dengan bentuk benjolan berukuran besar yang ada di bawah permukaan kulit. Tidak hanya itu, jerawat ini juga menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Ketika mendapati nodul dan kista di kulit, jangan mencoba untuk memencetnya, karena bisa menimbulkan infeksi dan jerawat akan menyebar. Apalagi, bekas akibat jerawat ini juga sulit dihilangkan.

  1. Jerawat conglobata

Berikutnya adalah jerawat conglobata yang memiliki ciri khas pada bentuk benjolan berukuran besar dan terlihat saling menyambung. Selain itu, conglobata juga kerap disebut sebagai jerawat yang menyebalkan, karena aktif dalam waktu yang sangat lama.

  1. Fulminans

Jerawat fulminans menjadi jenis jerawat yang perlu Anda waspadai. Perlu diketahui, jerawat ini terjadi kalau jerawat conglobata tidak segera diobati. Tidak hanya menimbulkan rasa sakit pada kulit, jerawat fulminans juga disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di area leher, penurunan berat badan secara ekstrem, serta otot kaku.

 

Penyebab Munculnya Jerawat

Jerawat yang ada di permukaan kulit wajah atau bagian tubuh lainnya tentu saja tidak muncul secara tiba-tiba. Secara umum, ada 9 penyebab yang menimbulkan kemunculan jerawat, yaitu:

  1. Pori-pori yang tersumbat

Penyumbatan pori-pori terjadi akibat penumpukan sel mati serta produksi minyal berlebih. Akibatnya, sebum yang merupakan minyak yang bersumber dari folikel rambut terperangkap di bawah permukaan kulit.

Selain itu, bagi para wanita, pemakaian kosmetik juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Secara khusus, kosmetik yang secara langsung menyentuh kulit. Pastikan kosmetik yang digunakan adalah jenis kosmetik aman yang berlabel noncomedomedics. Kosmetik jenis ini memberi jaminan tidak menimbulkan kemunculan komedo hitam ataupun komedo putih.

  1. Bakteri

Secara khusus, bakteri bernama Propionibacterium acnes menjadi penyebab munculnya jerawat pada permukaan kulit. Bakteri ini hidup di sekitar pori-pori kulit dan bisa berkembang pesat pada kulit yang berminyak.

Keberadaan bakteri ini kemudian menyerang sitem imun tubuh dan menimbulkan pembengkakan pada permukaan kulit.

  1. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh

Penyumbatan pori-pori pada permukaan kulit juga bisa disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Kelebihan hormon androgen membuat kelenjar minyak bekerja ekstra. Hasilnya, produksi minyak menjadi terlalu banyak dan menyebabkan penyumbatan pori-pori.

Perubahan hormon ini terjadi pada sebagian besar orang. Secara khusus, wanita hamil dan menstruasi menjadi pihak yang paling terkena dampak akibat perubahan hormon pada tubuh. Selain itu, remaja, baik laki-laki atau perempuan juga mengalami fase yang sama.

  1. Diet yang buruk

Tujuan utama diet adalah membentuk tubuh yang sehat dan langsing. Namun, jangan sampai Anda menjalani diet yang tak sehat. Hasilnya malah menyuburkan pertumbuhan jerawat pada permukaan kulit.

Diet yang tak sehat menghilangkan asupan nutrisi tertentu bagi tubuh yang pada akhirnya malah menimbulkan jerawat.

  1. Stres

Stres juga bisa menjadi pemicu kemunculan jerawat. Jerawat jenis ini biasanya berkembang dengan cepat dan sering dialami oleh para wanita ketika menstruasi.

  1. Konsumsi obat-obat tertentu

Beberapa jenis obat juga menjadi pemicu kemunculan jerawat, di antaranya corticosteroid, androgen, steroid anabolik, lithium, serta obat pencegah kehamilan.

Obat yang mengandung corticosteroid berpengaruh pada kemunculan jerawatjenis papula dan pustula. Sementara itu, obat dengan kandungan steroid anabolik berdampakpada kemunculan komedo hitam dan putih.

  1. Kurang tidur

Sering tidur larut malam juga menjadi penyebab kemunculan jerawat. Tidur larut malam, membuat tubuh kurang istirahat. Akibatnya, terjadi aktivitas peningkatan inflamasi sitokin pada tubuh yang akhirnya menimbulkan peradangan.

Jerawat merupakan salah satu jenis peradangan yang muncul akibat inflamasi sitokin tersebut.

  1. Faktor genetic

Faktor keturunan juga bisa menimbulkan kemunculan jerawat, terutama kalau orang tua juga mengalami masalah serupa.

  1. Aktivitas merokok

Kebiasaan merokok juga berperan penting dalam kemunculan jerawat. Pada perokok, penyebaran jerawat bisa lebih cepat 4 kali lipat dibandingkan nonperokok.

 

Cara Mencegah Kemunculan Jerawat

Alih-alih mengobati, Anda bisa memilih untuk melakukan langkah pencegahan kemunculan jerawat. Metode yang bisa digunakan untuk mencegah jerawat antara lain adalah:

  1. Menjaga pola hidup yang sehat menjadi cara yang tak kalah efektif dalam mengatasi jerawat. Anda harus memperhatikan waktu istirahat agar tubuh bisa bekerja secara optimal. Selain itu, makanan juga harus dijaga supaya tubuh memperoleh asupan nutrisi seimbang.
  2. Membiasakan diri untuk berolahraga bisa menjadi solusi berikutnya. Olahraga berguna untuk mengurangi stres yang timbul akibat tumpukan masalah di kantor. Dengan begitu, risiko munculnya jerawat akibat stres bisa dikurangi.
  3. Membiasakan diri untuk selalu menjaga kebersihan kulit juga dapat mencegah kemunculan jerawat. Para ahli kecantikan menyarankan agar membiasakan diri untuk mencuci muka setidaknya 2 kali dalam sehari. Selain itu, jenis sabun yang digunakan untuk cuci muka harus diperhatikan. Pastikan untuk memakai sabun noncomedogenic.
  4. Gunakan make-up Kalaupun terpaksa, pilih kosmetik yang tidak menggunakan bahan kimia. Saat ini, Anda bisa menjumpai beragam opsi kosmetik aman yang menggunakan bahan air.
  5. Hindari paparan sinar matahari secara langsung. Radiasi ultraviolet dari sinar matahari menjadi stimulan produkse sel pigmen pada kulit. Di waktu yang sama, hal ini juga berakibat memperparah jerawat. Sebagai gantinya, Anda bisa menggunakan sunblock Minyak zaitun serta minyak kelapa dapat dipilih sebagai solusi sunblock alami. Keduanya sama-sama memiliki nilai SPF 8 yang berguna memberi kelembapan pada kulit.
  6. Meningkatkan konsumsi air juga menjadi cara mencegah jerawat tumbuh yang bisa Anda praktikkan. Tubuh memerlukan pasokan air mencapai 8 liter sehari untuk bekerja dengan baik. Dengan pasokan air yang cukup, aliran darah ke berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, bisa dilakukan dengan baik. Pada akhirnya hal ini berguna untuk mencegah kemunculan jerawat.

 

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Bahan Alami

Lalu, bagaimana cara menghilangkan jerawat yang membandel tersebut? Apalagi, kalau jerawat yang muncul ada di kulit wajah. Tentunya akan sangat berpengaruh pada rasa percaya diri.

Alih-alih menggunakan obat yang mengandung bahan kimia, memakai bahan alami bisa menyembuhkan kulit dari jerawat. Beberapa cara menghilangkan jerawat dengan bahan alami yang bisa Anda coba antara lain adalah:

  1. Madu alami berguna untuk menyembuhkan berbagai luka pada kulit, termasuk di antaranya adalah peradangan akibat jerawat. Di samping itu, madu juga memiliki kandungan antibakteri yang juga berguna mengatasi jerawat. Sebagai tambahan, mengoleskan madu pada permukaan kulit juga berguna untuk membuat kulit lebih lembap dan mempercepat proses penyembuhan.
  2. Meletakkan mentimun pada bagian permukaan kulit yang berjerawat juga berdampak positif. Mentimun memiliki kandungan nutrisi yang bisa mendinginkan kulit. Hanya saja, hingga saat ini belum ada penelitian medis yang membuktikan khasiat mentimun sebagai solusi cara menghilangkan jerawat dengan bahan alami.
  3. Putih telur juga menyediakan solusi cara menghilangkan jerawat dengan alami. anda bisa menggunakannya dengan mudah, cukup mengoleskan putih telur pada area yang berjerawat. Diamkan sekitar 10 menit, lalu bersihkan dengan air. Dengan melakukan hal ini secara rutin, masalah pori-pori yang tersumbat bakal terselesaikan. Hanya saja, pastikan telur yang Anda gunakan adalah telur dalam kondisi yang baik dan segar. Hal ini dilakukan agar Anda memperoleh manfaat terbaik dari telur tersebut.
  4. Cara menghilangkan jerawat juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan teh hijau. Metode yang bisa digunakan adalah memakai teh hijau untuk masker wajah. Kandungan nutrisi tinggi pada teh hijau sangat bermanfaat bagi kulit, di antaranya adalah meningkatkan regenerasi kulit, antioksidan, serta mencegah peradangan.
  5. Bahan berikutnya yang berguna untuk mengobati jerawat adalah daun basil. Caranya pemakaiannya cukup mudah. Anda bisa membuat jus daun basil yang kemudian dioleskan pada bagian kulit berjerawat. Hasilnya, jerawat akan hilang sedikit demi sedikit dan kulit juga terasa lebih halus. Tidak hanya digunakan sebagai obat luar, daun basil juga bisa Anda konsumsi secara langsung. Konsumsi daun basil secara rutin, menurut hasil penelitian, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebesar 20%. Dengan begitu, risiko kemunculan jerawat yang disebabkan oleh bakteri juga bisa diturunkan.
  6. Pemakaian minyak kelapa juga berguna untuk mengatasi masalah jerawat. Bahan alami ini memiliki kandungan nutrisi tinggi dan sangat penting untuk kesehatan kulit. Kandungan asam laurat serta antioksidan pada minyak kelapa berguna untuk meregenerasi sel kulit yang mati sekaligus sebaga bahan antibakteri.
  7. Menjaga kelembapan kulit juga menjadi salah satu cara yang tak kalah efektif dalam mencegah sekaligus menghilangkan jerawat. Kulit yang kering cenderung diiringi dengan aktivitas produksi minyak lebih banyak. Pada akhirnya, hal tersebut memicu terjadinya penyumbatan pori-pori kulit. Beberapa bahan alami yang dapat dipakai sebagai pelembap kuit antara lain adalah lidah buaya, avocado, pisang, serta minyak anggur.

 

Cara Menghilangkan Noda Hitam Bekas Jerawat

Setelah berhasil diobati, bukan berarti masalah jerawat selesai. Masih ada problem yang harus Anda hadapi berikutnya, yaitu menghilangkan noda bekas jerawat. Bekas yang muncul tersebut pun bisa beragam. Setidaknya, ada 3 jenis bekas jerawat yang biasa terjadi, yakni noda kehitaman, noda kemerahan, serta luka berbentuk cekung.

Untungnya, lagi-lagi Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuku menyelesaikan masalah ini. Bahan-bahan alami yang bisa dipakai antara lain adalah:

  1. Lidah buaya

Tanaman yang satu ini memang terkenal ampuh dalam mengatasi beragam permasalah kulit, termasuk menghilangkan noda bekas jerawat. Caranya mudah, tinggal menempelkan gel lidah buaya pada bagian kulit yang memiliki noda bekas jerawat. Selanjutnya, tinggal diamkan dan tak perlu dibilias.

  1. Jus lemon

Anda bisa mengoleskan jus lemon pada bagian kulit yang memiliki bekas jerawat. Selanjutnya, bisa didiamkan sekitar 15 sampai 25 menit, lalu bilas dengan air bersih. Hanya saja, ada hal yang harus diperhatikan. Bahan alami ini memiliki kandungan asam sitrat tinggi yang bersifat mengeringkan kulit. Oleh karena itu, pemakaiannya harus diperhatikan agar tidak menimbulkan luka bakar.

  1. Baking soda

Baking soda atau soda kue menjadi pilihan berikutnya untuk menghilangkan noda bekas jerawat. Caranya mudah, Anda bisa mencampurkan 2 sendok baking soda dengan 2 sendok air dan mengaduknya hingga berbentuk pasta. Selanjutnya, pasta itu bisa digosokkan secara melingkar pada bagian kulit bekas jerawat. Hal ini bisa dilakukan selama 2 menit lalu bilas dengan air.

  1. Madu

Selain mengobati, madu juga berguna untuk menghilangkan noda bekas jerawat. Madu memiliki sifat antibakteri sekaligus sebagai pelembap. Menariknya lagi, madu juga tidak memiliki efek samping sehingga aman digunakan bagi para pemilik kulit sensitif sekalipun.

Demikianlah informasi terkait jerawat sekaligus cara menghilangkannya. Berbekal informasi ini, Anda bisa mencoba cara menghilangkan jerawat secara langsung di rumah. Apalagi, bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah didapatkan. Hanya saja, jangan mengharapkan hasil yang instan. Menghilangkan jerawat biasanya butuh waktu sekitar 3 sampai 5 minggu.

Namun, kalau permasalahan jerawat tersebut tidak kunjung usai, sebaiknya Anda bisa mencoba berkonsultasi secara langsung dengan dokter. Apalagi, kalau jerawat tersebut benar-benar telah merusak kulit dan berpengaruh pada rasa percaya diri Anda ketika tampil di depan umum.

Kunjungan tersebut dilakukan dengan tujuan agar kerusakan kulit akibat jerawat tidak menjadi kerusakan permanen. Dari kunjungan ini, Anda bisa memperoleh informasi medis mengenai permasalahan tersebut, termasuk di antaranya adalah cara menanganinya.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat, ya.

>